Senin, 15 Agustus 2011

PENCERAHAN QALBU

Nah……. Disinilah ceritaku
Tentangku selama disana, ^_^

Kata orang malam pertama itu enak kecuali 1 malam pertama dikuburan, tapi bagiku malam pertama yang nda enak tuh ada 2,
1. Malam pertama di kuburan
2. Malam pertama di padang lampe
Hhhuuufffttt….. jadi ingat banget sama kasur di kost, tapi ku slalu kuatkan diri, aku harus kuat, aku harus bisa, ini Cuma kerikil-kerikil kecil yang harus kulalui tuk mencapai impianku, tuk mencapai ridho Allah.
Hari pertama di sana, kulalui dengan ngantuk, maklum di kost aku kebanyakan tidur beda ama di sini, jadinya, pas sholat tahajjud aku ngantuk, zikir aku ngantuk, sholat subuh ngantuk, sarapan aku ngantuk, dan saat yang lain pada mandi aku tidur, hehehe……dan ini berlangsung selama 3 hari, untung aku masih sempat mikir aku jauh-jauh ke sini masa Cuma tidur??? Sholat nda bener, ilmu nda dapat, dosa makin nambah, pahala makin jauh, aku nda boleh ngantuk lagi” Alhamduliah…. Hari ke 4 aku tidak ngantuk dan tidak tidur di waktu mandi lagi ^_^
Disana tiap hari minggu sama rabu pergantian sip mengajar oleh ayah-ayah dan bunda-bunda, bukan Cuma itu aja, tapi tiap pergantian sip menu makanannya juga jadi istimewa dari hari biasanya yaitu ayam. Asik……
Dan malam itu pas pergantian sip pertama, aku lihat ada ayah baru di barisan shaf depan, mmm…. Dari belakang keren, cara pakiannya beda ama ayah-ayah lainnya, pasti ayah ini masih muda, dan ketika dia balik aku lihat wajahnya, subhanallah….. bercahaya, sampai ke wisma aku masih berfikir siapa sih namanya itu ayah? Subuh pas zikir ayah itu yang pimpin, subhanallah….. suaranya merdu skali, belum pernah aku dengar suara semerdu itu (lebay…..) tapi bener pas zikir yang di pimpin ayah itu aku nangis, padahal zikir-zikir sebelumnya aku tidak pernah nangis, aku juga nda tau knapa tapi suara ayah itu langsung meresap ke hatiku, hatiku jadi gemetar saat menyebut nama Allah. Itulah pertama kalinya aku menitihkan airmata disana. Dan Alhamdulillah lagi, keesokan harinya aku dah tau nama ayah itu, ternyata namanya ayah UJE. Aku juga sempat rekam suaranya saat dia jadi imam,dan saat dia pimpin zikir, aku juga sempat foto bareng saat mau pulang, dan saya sudah berteman di facebook, ayah uje juga bilang aku boleh inbox kapan aja saat ada yang mau ditanyakan, ok lah ayah…. Asal akunnya jangan di tutup. Ooppsstt…. Jangan salah, aku nda naksir kok, aku cuma mengagumi saja, berharap nanti suamiku kayak ayah uje, aamiin….. ^_^
Saat mata kuliah berlangsung, aku dapat bunda yush, bunda maryam, ayah syamsuddin, dan ayah bahman, tapi aku paling suka sama ayah syamsuddin, kata-katanya slalu menusuk di hatiku. Aku masih ingat banget saat ayah bilang “nanda jangan mudah percaya sama kata-kata indahnya cowok karna sesungguhnya nanda lebih indah dari kata-kata cowok” bener juga yah… pikirku dalam hati, knapa slama ini aku tidak pernah bepikir begitu? Ayah sambung lagi “dan sesungguhnya sebagian besar kata-kata cowok itu bohong, karna nanda suka di bohongi” hehehe…. Bener lagi…. Aku sebagai cewek knapa sih harus mudah percaya sama kata-kata cowok, seharusnya kan aku percaya sama Allah. Ada kata-kata ayah yang langsung membuatku sadar, batapa bodohnya aku selama ini ayah syam bilang “dari kecil orang tua nanda merawat nanda, menjaga nanda, tidak smua orang boleh menggendong nanda, tidak sembarang orang boleh memegang nanda, smua harus dengan persetujuan dan pengawasan orang tua, hingga nanda tumbuh besar, tapi setelah nanda dewasa, nanda dengan mudah membiarkan tangan nanda, tubuh nanda disentuh laki-laki lain hanya dengan bermodal kata-kata gombalan, nauzubillah… apa nanda tidak pikir betapa teriris-irisnya hati orang tua nanda bila mengetahui anak gadis kesayangannya telah di sentuh laki-laki yang bukan muhrimnya? Dan apakah nanda tau kalau smua dosa akan di perhitungkan di akhirat kecuali dosa kepada kedua orang tua dan dosa zina, akan langsung diberi balasannya di dunia, dan pezina tidak akan meninggal sebelumnya diperlihatkan kluarganya di zinai orang lain, nauzubillah….” Ayah syam memang pintar, secara dia alumni Al-azhar, jadi tidak heran kalo tiap ayah yang ngajar aku slalu semangat tuk nyimak, ngantukku juga jadi hilang karna selain suara ayah yang besar ayah juga slalu memberi nasihat-nasihat dan kata-katanya itu loh… slalu indah, mudah diingat dan menyentuh hatiku seakan akan ayah tau apa yang ada di hatiku. Apalagi waktu ayah bilang “apabila yang kamu lakukan itu bertentangan dengan hati nuranimu maka hentikanlah” ayah mengulangnya sampai 3 kali dan yang terakhir ayah melihatku, langsung terbesik di hatiku, apa ayah bisa baca pikiranku? Memang slama ini banyak skali yang ku lakukan yang tidak sesuai dengan hati nuraniku dan bodohnya aku, aku tidak bisa mencegahnya, tak bisa menghentikannya dan tatapan ayah seakan menyuruhku menghentikan apa yang slama ini ku lakukan tidak sesuai dengan nuraniku.
Ayah……aku tlah menghentikan 1, yang 1 nya dalam proses, aku janji ayah akan menghentikannya 1 per 1, perlahan tapi pasti, dan akan slalu mempertimbakan apa yang harus ku lakukan sesuai dengan nuraniku. ^_^
Disana tuh mirip di tanah suci mekah, segala sesuatu yang kita lakukan buruk maupun baik langsung dapat balasannya, dan disana juga kita jadi tau sifat asli teman kita, karna disana sifat asli tiap orang tuh kluar, intinya… sabar… kalau tidak mau bertengkar. Alhamdulillah selama disana aku masih bisa mengendalikan diri saat yang lain pada emosi, masih bisa sabar di saat yang lain pada marah, masih bisa ngalah saat yang lain pada egois, karna tidak gampang saat 8 orang yang berbeda, berbeda latar belakang, berbeda sifat, berbeda selera, jadi 1 kamar.
Pesantren disana memang berbeda dengan pesantren diluar, kalo diluar sana banyak pesantren berlomba-lomba tuk jadi pesantren modern, disini malah makin jadul,tempatnya di desa terpencil, dekat gunung, sawah, kebun, dan banyak sapi, selain itu di saat diluar sana banyak kampus/sekolah yang mengadakan pesantren kilat disini malah pesantrennya sampe 30 hari malah kata ayah direktur pesantrennya seharusnya 40 hari sama kayak kalo ke tanah suci, di saat diluar sana banyak anak muda yang jatuh cinta makan sepiring berdua disini kami makan sebaki berempat, dan saat banyak orang di luar sana yang makan tanpa basmalah kami disini malah durasi baca doa sebelum makannya lebih panjang daripada durasi makannya. Hehehe…..
Tapi apapun itu, seburuk apapun pesantren ini, aku slalu menganggap inilah tempat terindah yang pernah ku datangi.
Disini, di tempat ini aku bisa mendapatkan ketenangan, disini, di tempat ini tak smua orang bisa bertahan tinggal makanya banyak sekali yang mengulang, banyak skali santri yang pulang karna tidak bisa bertahan Cuma orang-orang yang ikhlas yang bisa bertahan di sini makanya nama pesantrennya PESANTREN DARUL MUHLISIN yang artinya IKHLAS karna tempat ini Cuma buat santri-santri yang ikhlas mau blajar, dan buat ayah bunda yang ikhlas mau mengajar 24 jam.
Berada di sana sungguh membuat hatiku tenang dari masalah yang slama ini membuatku pusing, tanpa beban, pengalaman baru buat saya yang tidak pernah tinggal di lingkungan pesantren, dan waktu kesana itu bertepatan dengan libur semester maka aku menganggap aku lagi berwisata rohani, tempat wisata yang subhanallah….. disana kegiatan keagamaannya lengkap banget, bukan cuma sholat 5 waktu dan ngaji aja seperti yang selama ini aku lakukan tapi dari sholat sunah, sholat tasbih yang baru ku lakukan pertama kali seumur hidupku, zikir yang slama ini hanya aku dengar, sholat taubat sampe sholat khu’su yang subhanallah…. Maaf aku tidak bisa menceritakan bagaimana rasanya sholat itu karna itu pengalaman yang hanya bisa di rasakan tidak tuk di bagikan intinya dengan sholat khu’su kita jadi tau berapa banyak dosa kita dan tiap orang punya gerakan-gerakan sendiri sesuai dengan banyaknya dosa orang tersebut. Mmm… bingung kan? Makanya ke padang lampe tuk merasakan bagaimana rasanya sholat khu’su.
24 juni-17 juli
24 hari dipadang lampe
24 hari dipenjara suci
24 hari dipesantren
24 hari pencerahan kalbu
24 hari yang indah

Banyak ilmu yang ku dapat dari sana, Insya Allah akan ku amalkan 1 per 1 aku tidak mau terlalu mencolok ketika dari sana takut kena sindrom 1 minggu atau 1 bulan atau di bilangi “tawwa anak pesantren” makanya aku biasa-biasa aja, intinya perubahan pasti ada tapi baru sedikit, sedikit tapi nyata, perlahan tapi pasti. ^_^. Smoga saya bisa mempertahankannya. Aamiin……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar