Sempat mendapatkan
predikat itu dari teman-teman kampus dulu, yah….. walau aku kadang bingung, aku
gak galau pun di bilang galau hanya karena aku sering diam saat di kelas, duduk
sendiri. Padahal memang aku orangnya kan pendiam, dan suka menyendiri. (puji
ale) hehehe
Atau mungkin karena
status-status facebookku yang kadang memang senduh, galau dan sedih? Di tambah
dengan foto profilku dengan gaya galau, lengkaplah sudah, aku nda punya alasan
lagi untuk mengelak.
Ok… ok…. Aku memang
galau, tapi tidak selalu, kecuali aku lagi ingat DIA, dan kangen DIA, dan itu
memang hampir tiap hari (loh? Sama aja kan?). entah mengapa lelaki itu bisa
membuatku begini, mungkin karena tidak adanya kejelasan hubunganku dengannya
selama ini, atau karena cinta yang masih untuknya hingga saat ini. Entahlah….
Yang jelas aku sedikit
terganggu dengan predikat itu, duh…. Kayak malang betul nasibku, galau karena
di tinggal DIA.
Kadang aku merasa
terganggu, dan kesal kalo harus di panggil “uny galau” dengan suara keras di
depan banyak orang dan semua mata tertuju padaku. Itu rasanya kayak lagi di
negeri antah berantah, di plototin segerombolan binatang buas yang siap
menerkam. MENGERIKAN
Bukan Cuma itu, pernah
nih saat aku lagi galau-galau banget, aku pergi ke danau UNHAS sendiri,
menggalaulah aku di sana. Duduk sendiri, di pinggir danau dan Memandangi air
danau, padahal yang lainnya datang dengan pacar masing-masing, ada juga yang
datang bersama teman-temannya. Sejenak aku memandang sekitar, sepertinya Cuma
aku yang datang sendiri. (lagi-lagi malang betul nasibku). Ah… aku gak peduli,
aku lagi sedih, dan aku pengen sendiri.
Dan saat duduk-duduk
sendiri menikmati suasana sore itu, tiba-tiba ada suara cowok dari belakangku,
“lagi galau ya mba?”
Tanya cowok iseng itu
aku yang merasa
kenyamananku terusik langsung dengan galak menjawab
“kalo iya knapa?” *dengan muka judes*.
“duh, kayaknya lagi
galau betulan, jangan marah donk mba, saya kan Cuma nanya” kata cowok itu lagi
sambil berjalan pergi, mungkin takut aku makin marah dan mencakar-cakar dia.
Hehehe
Aku Cuma diam,
memalingkan kembali wajahku ke danau, tak peduli dengan betapa kesalnya tuh
cowok aku jutekin. BODOH… amat, pikirku saat itu.
Dan dari
kejadian-kejadian itu, aku memutuskan tuk mengganti predikat itu, atau setidaknya
tanpa predikat itu lagi. Dan ternyata tidak mudah. Walau aku sudah sok ceria di
kampus, nda pernah menyendiri lagi, nda pernah update status galau lagi
kemudian mengganti foto profilku dengan foto yang lagi senyum pepsodent kayak
lagi jatuh cinta, nda pernah ke danau unhas lagi sendirian. Tapi tetap aja,
masih ada yang manggil aku cewek galau. Aku harus gimana lagi coba? Segala daya
dan upayah telah aku gerakkan. Hehehe….
It’s ok, kalau mereka
Cuma bercanda memanggilku begitu tapi pliss dulu e….. sudah tidak adakah
julukan yang lebih pantas untukku? ‘uny imut’ misalhnya?
Kini, sudah memasuki
bulan kedua di tahun 2013, sedikit demi sedikit panggilan itu sudah mulai
berkurang. Baguslah, sesuai dengan harapanku, 2013, jauhkanlah kata GALAU dari
hidupku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar