Sabtu, 09 Februari 2013

CEWEK GALAU



Sempat mendapatkan predikat itu dari teman-teman kampus dulu, yah….. walau aku kadang bingung, aku gak galau pun di bilang galau hanya karena aku sering diam saat di kelas, duduk sendiri. Padahal memang aku orangnya kan pendiam, dan suka menyendiri. (puji ale) hehehe
Atau mungkin karena status-status facebookku yang kadang memang senduh, galau dan sedih? Di tambah dengan foto profilku dengan gaya galau, lengkaplah sudah, aku nda punya alasan lagi untuk mengelak.
Ok… ok…. Aku memang galau, tapi tidak selalu, kecuali aku lagi ingat DIA, dan kangen DIA, dan itu memang hampir tiap hari (loh? Sama aja kan?). entah mengapa lelaki itu bisa membuatku begini, mungkin karena tidak adanya kejelasan hubunganku dengannya selama ini, atau karena cinta yang masih untuknya hingga saat ini. Entahlah….
Yang jelas aku sedikit terganggu dengan predikat itu, duh…. Kayak malang betul nasibku, galau karena di tinggal DIA.
Kadang aku merasa terganggu, dan kesal kalo harus di panggil “uny galau” dengan suara keras di depan banyak orang dan semua mata tertuju padaku. Itu rasanya kayak lagi di negeri antah berantah, di plototin segerombolan binatang buas yang siap menerkam. MENGERIKAN
Bukan Cuma itu, pernah nih saat aku lagi galau-galau banget, aku pergi ke danau UNHAS sendiri, menggalaulah aku di sana. Duduk sendiri, di pinggir danau dan Memandangi air danau, padahal yang lainnya datang dengan pacar masing-masing, ada juga yang datang bersama teman-temannya. Sejenak aku memandang sekitar, sepertinya Cuma aku yang datang sendiri. (lagi-lagi malang betul nasibku). Ah… aku gak peduli, aku lagi sedih, dan aku pengen sendiri.
Dan saat duduk-duduk sendiri menikmati suasana sore itu, tiba-tiba ada suara cowok dari belakangku,
“lagi galau ya mba?” Tanya cowok iseng itu
aku yang merasa kenyamananku terusik langsung dengan galak menjawab
 “kalo iya knapa?” *dengan muka judes*.
“duh, kayaknya lagi galau betulan, jangan marah donk mba, saya kan Cuma nanya” kata cowok itu lagi sambil berjalan pergi, mungkin takut aku makin marah dan mencakar-cakar dia. Hehehe
Aku Cuma diam, memalingkan kembali wajahku ke danau, tak peduli dengan betapa kesalnya tuh cowok aku jutekin. BODOH… amat, pikirku saat itu.
Dan dari kejadian-kejadian itu, aku memutuskan tuk mengganti predikat itu, atau setidaknya tanpa predikat itu lagi. Dan ternyata tidak mudah. Walau aku sudah sok ceria di kampus, nda pernah menyendiri lagi, nda pernah update status galau lagi kemudian mengganti foto profilku dengan foto yang lagi senyum pepsodent kayak lagi jatuh cinta, nda pernah ke danau unhas lagi sendirian. Tapi tetap aja, masih ada yang manggil aku cewek galau. Aku harus gimana lagi coba? Segala daya dan upayah telah aku gerakkan. Hehehe….
It’s ok, kalau mereka Cuma bercanda memanggilku begitu tapi pliss dulu e….. sudah tidak adakah julukan yang lebih pantas untukku? ‘uny imut’ misalhnya?
Kini, sudah memasuki bulan kedua di tahun 2013, sedikit demi sedikit panggilan itu sudah mulai berkurang. Baguslah, sesuai dengan harapanku, 2013, jauhkanlah kata GALAU dari hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar