Sabtu, 16 Februari 2013

FLASH FICTION (FF)



Kemarin aku lihat catatan salah satu teman facebook, ada yang ngadain event flash fiction kasih sayang, rindu dan penantian. Waktunya Cuma seminggu syaratnya kata antara 300-400 kata. Aku mengerutkan kening, “flash fiction? Apa tuh?” untuk membunuh rasa penasaranku aku mulai cari pengertian flash fiction di google, dari beberapa pengertian yang aku baca flash fiction adalah cerita kilat yang terdiri dari 100-500 kata, walau kata yang di gunakan terbatas namun flash fiction harus memiliki cerita yang utuh memiliki tokoh dan aksi yang dilakukan di tokoh. Yah… kira-kira begitu.
Aku langsung tertarik untuk ikut, “ah… gampang nih” pikirku saat itu, aku memang lebih bisa nulis cerita yang pendek daripada yang panjang kayak novel, otakku masih belum sampai kesana.
Aku mulai tentukan tema yang akan aku pake, aku ngambil PENANTIAN, mulai cari ide tulisan, dan mulai nulis. Nah, pas nulis ternyata 400 kata itu dikit, baru pertengahan cerita, dan 300 kata, akhirnya aku rubah lagi jalan cerita dan dialognya dari awal agar bisa sampai 400 kata. Akhinya sampai juga. Kesimpulannya ternyata menulis flash fiction tidak sesederhana jumlah katanya.
Waktunya masih dua hari, tapi aku gak jadi ikut event itu karena aku dapat informasi kalau yang ngadain event tersebut gak beres, event yang sebelumnya aja gak jelas sampai sekarang. Yah… sedikit kecewa, padahal aku yakin banget tuh bakalan menang. Hehehe *pedebanget*
Untuk meredam kekecewaan flash fiction aku copy paste ke blog ini aja. Inilah flash fiction pertamaku dengan 351 kata
Selamat membaca
MENUNGGU DAN MENANTI
Ini adalah hari ke seratus sebelas Qhaila berdiri di pinggir danau. Tidak ada yang berbeda dengan tempat ini, masih seperti seratus sebelas hari yang lalu. Hanya saja yang berbeda justru di kondisi Qhaila, hari ini dia tampak lemas, mukanya pucat namun, Qhaila masih memaksakan diri untuk datang ke danau ini.
♥♥♥
Keesokan harinya
Seorang pemuda turun dari mobil lexus silver berjalan menuju pinggiran danau. Pria itu berdiri memandangi danau, cukup lama pria itu berdiri hingga seorang pria paruh baya datang menghampirinya
“sepertinya menunggu seseorang?”
Reza langsung menatap wajah orang yang menyapanya. Pria itu adalah penjaga danau itu.
“boleh saya tahu siapa yang kamu tunggu? Laki-laki atau perempuan?” tanya pria itu lagi
“teman saya, perempuan”
“Sudah dua bulan terakhir ada seorang perempuan yang duduk disini. Katanya menunggu seseorang”
“apa perempuan itu juga memberitahu namanya?”
“iya,kalo tidak salah namanya Qhaila”
“trus dimana dia skarang? Knapa dia tidak datang ke danau ini lagi?”
“dia sedang di rumah sakit sekarang, kemarin dia pingsan di sini, dan aku membawanya ke rumah sakit”
“pingsan? Bapak tahu dia sakit apa?”
“saya tidak tau, saya hanya mengantarnya kemudian menghubungi keluarganya, saya takut kalau nanti saya yang di suruh membayar biaya rumah sakitnya” jawab pria itu kemudian tersenyum
“tapi bapak tahu kan di mana ruangannya? Bapak bisa mengantarku kesana sekarang?”
“bisa, tapi kalo boleh tahu, kamu siapa? Apakah betul kamu yang ditunggu wanita itu?”
Reza hanya mengangguk
Pria itu tertawa sinis
“apa yang ada di pikiranmu? Bagaimana bisa kamu membuat wanita secantik dia menunggumu begitu lama”
“ceritanya panjang, ini yang mau saya jelaskan kepadanya, bisa kita berangkat sekarang?”
♥♥♥
Di ruang UGD Reza mendapati Qhaila terbaring ranjang pasien, Qhaila koma sejak kemarin karena radang otak dan entah kapan ia kan terbangun dari komanya, itu informasi yang reza dapat dari salah satu suster yang merawat Qhaila.
♥♥♥
30 hari kemudian
Reza kembali ke danau itu, duduk memandangi danau
“gimana keadaan perempuan itu? Apa dia sudah sadar?” tanya pria paruh baya itu
Reza hanya menggelengkan kepala
“trus, apa yang kau lakukan di sini?”
“aku ingin merasakan apa yang ia rasakan selama menungguku di sini, dan aku akan menunggu sebagaimana ia telah menanti”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar