Kemarin aku lihat
catatan salah satu teman facebook, ada yang ngadain event flash fiction kasih
sayang, rindu dan penantian. Waktunya Cuma seminggu syaratnya kata antara
300-400 kata. Aku mengerutkan kening, “flash fiction? Apa tuh?” untuk membunuh
rasa penasaranku aku mulai cari pengertian flash fiction di google, dari
beberapa pengertian yang aku baca flash fiction adalah cerita kilat yang
terdiri dari 100-500 kata, walau kata yang di gunakan terbatas namun flash
fiction harus memiliki cerita yang utuh memiliki tokoh dan aksi yang dilakukan
di tokoh. Yah… kira-kira begitu.
Aku langsung
tertarik untuk ikut, “ah… gampang nih” pikirku saat itu, aku memang lebih bisa
nulis cerita yang pendek daripada yang panjang kayak novel, otakku masih belum
sampai kesana.
Aku mulai tentukan
tema yang akan aku pake, aku ngambil PENANTIAN, mulai cari ide tulisan, dan
mulai nulis. Nah, pas nulis ternyata 400 kata itu dikit, baru pertengahan
cerita, dan 300 kata, akhirnya aku rubah lagi jalan cerita dan dialognya dari
awal agar bisa sampai 400 kata. Akhinya sampai juga. Kesimpulannya ternyata
menulis flash fiction tidak sesederhana jumlah katanya.
Waktunya masih dua
hari, tapi aku gak jadi ikut event itu karena aku dapat informasi kalau yang
ngadain event tersebut gak beres, event yang sebelumnya aja gak jelas sampai
sekarang. Yah… sedikit kecewa, padahal aku yakin banget tuh bakalan menang.
Hehehe *pedebanget*
Untuk meredam
kekecewaan flash fiction aku copy paste ke blog ini aja. Inilah flash fiction
pertamaku dengan 351 kata
Selamat membaca
MENUNGGU DAN MENANTI
Ini adalah
hari ke seratus sebelas Qhaila berdiri di pinggir danau. Tidak ada yang berbeda
dengan tempat ini, masih seperti seratus sebelas hari yang lalu. Hanya saja
yang berbeda justru di kondisi Qhaila, hari ini dia tampak lemas, mukanya pucat
namun, Qhaila masih memaksakan diri untuk datang ke danau ini.
♥♥♥
Keesokan harinya
Seorang
pemuda turun dari mobil lexus silver berjalan menuju pinggiran danau. Pria itu
berdiri memandangi danau, cukup lama pria itu berdiri hingga seorang pria paruh
baya datang menghampirinya
“sepertinya
menunggu seseorang?”
Reza
langsung menatap wajah orang yang menyapanya. Pria itu adalah penjaga danau
itu.
“boleh
saya tahu siapa yang kamu tunggu? Laki-laki atau perempuan?” tanya pria itu
lagi
“teman
saya, perempuan”
“Sudah dua
bulan terakhir ada seorang perempuan yang duduk disini. Katanya menunggu
seseorang”
“apa
perempuan itu juga memberitahu namanya?”
“iya,kalo
tidak salah namanya Qhaila”
“trus
dimana dia skarang? Knapa dia tidak datang ke danau ini lagi?”
“dia
sedang di rumah sakit sekarang, kemarin dia pingsan di sini, dan aku membawanya
ke rumah sakit”
“pingsan?
Bapak tahu dia sakit apa?”
“saya
tidak tau, saya hanya mengantarnya kemudian menghubungi keluarganya, saya takut
kalau nanti saya yang di suruh membayar biaya rumah sakitnya” jawab pria itu
kemudian tersenyum
“tapi
bapak tahu kan di mana ruangannya? Bapak bisa mengantarku kesana sekarang?”
“bisa,
tapi kalo boleh tahu, kamu siapa? Apakah betul kamu yang ditunggu wanita itu?”
Reza hanya
mengangguk
Pria itu
tertawa sinis
“apa yang
ada di pikiranmu? Bagaimana bisa kamu membuat wanita secantik dia menunggumu
begitu lama”
“ceritanya
panjang, ini yang mau saya jelaskan kepadanya, bisa kita berangkat sekarang?”
♥♥♥
Di ruang
UGD Reza mendapati Qhaila terbaring ranjang pasien, Qhaila koma sejak kemarin
karena radang otak dan entah kapan ia kan terbangun dari komanya, itu informasi
yang reza dapat dari salah satu suster yang merawat Qhaila.
♥♥♥
30 hari
kemudian
Reza
kembali ke danau itu, duduk memandangi danau
“gimana
keadaan perempuan itu? Apa dia sudah sadar?” tanya pria paruh baya itu
Reza hanya
menggelengkan kepala
“trus, apa
yang kau lakukan di sini?”
“aku ingin
merasakan apa yang ia rasakan selama menungguku di sini, dan aku akan menunggu
sebagaimana ia telah menanti”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar