Mungkin
aku bodoh, menangisi hal yang tak sepatutnya ku tangisi
Mungkin
juga salahku yang berharap selain pada Allah
Tapi,
air mata ini tak dapat ku bendung, jatuh begitu saja tanpa bisa ku hentikan
Tidak,
aku tidak sedang jatuh cinta apalagi patah hati
Aku
hanya kecewa dengan janji yang tak Ia tepati
Aku
sangat benci dengan orang yang tak bisa menepati janjinya
Dan
seperti Ia yang kurang peka
Atau
Ia yang menganggap ini biasa saja
Kekecewaan
ini harus ku telan sendiri
Seperti
tangis yang selalu meninggalkan bengkak di mata begitu juga dengan kekecewaan
yang selalu meninggalkan goresan di hati
Mungkin
esok saat mata ini tak lagi bengkak, kekecewaan atas Ia sudah termaafkan tapi
tidak dengan goresan di hati yang akan selalu ada dan akan menjadi alarm pengingat
yang akan bunyi setiap Ia ucapkan janji lagi
Alarm
peringatan untuk tidak mempercayai kata-katanya lagi
Cukup
sekali dan tak ingin terulang lagi
Tupai
saja enggang jatuh ke lubang yang sama tuk kedua kalinya
Apalagi
aku yang diberi akal dan pikiran oleh Sang Pencipta.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar