Kamis, 31 Januari 2013

PERCAKAPAN ANTARA HATI DAN OTAK



“kamu tau, aku capek, lelah. Karena kamu luka ini kian besar”
Kata hati menahan tangis

“jadi, aku harus bagaimana? Aku juga tidak bisa langsung begitu saja menghentikan semuanya”
Kata pikiran mulai bingung

“mulai sekarang, kamu boleh berfikir apa saja. Terserah kamu, yang penting jangan pikirkan tentang DIA”
kata hati mulai emosi

“kamu tuh yah, bisanya Cuma nyuruh doang. Bagaimana mungkin aku bisa berhenti memikirkan DIA kalo kamu aja masih menyimpannya”
Kata pikiran tak mau kalah

“ya kalo kamu tidak memikirkannya, aku juga tidak akan sesakit ini, bahkan mungkin aku bisa membuangnya”

“aku bisa saja berhenti memikirkannya, tapi kamu? Yakin bisa membuangnya? Malah kamu makin menyimpannya rapat”

“aku sakit” kata hati tertunduk lesu

“berhenti mencintainya, berhenti menyimpannya dalam hatimu, dan aku akan berhenti memikirkannya”
Kata otak kemudian beranjak pergi

Dalam urusan ini memang tidak pernah sederhana, otak selalu memikirkan apa yang ada dalam hati. Bukan salah otak yang belum bisa berhenti memikirkannya, bukan salah hati yang masih menyimpannya.

Mungkin arah yang belum menemukannya
Mungkin waktu yang belum mempertemukannya



*hasil interview dari seorang teman*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar