
Hari itu hari jumat, hari pertama kelasku dan kelasmu di gabungkan. Hari itu ada yang berbeda denganku,tiba-tiba hatiku deg-degkan tidak karuan. Aku senpat sebel karena tidak satu kelompok sama kamu dan akhirnya aku di suruh bertanya tapi aku seneng karena kamu yang menjawab pertanyaanku. Itu pertama kalinya ku dengar suaramu.
Kamu tau ?
Sejak saat itu hari-hariku selalu di penuhi dengan bayangan dirimu, melamunkanmu, memikirkanmu, memimpikanmu, dan mengarang cerita masa depanku bersamamu. Mungkin saat itu ku terlalu cepat jatuh cinta, terlalu kepedean tuk berharap kamu punya rasa yang sama denganku, terlalu mencintaimu hingga membuatku tak sempat berfikir secara logika, ku terlanjur di perbudak oleh peasaanku yang begitu menginginkanmu hingga ku lupa dengan harga diriku. Aku memilih tuk jujur padamu, jujur tentang perasaanku padamu, tak sabar menunggumu mengatakan cinta padaku.
Minggu demi minggu terlewati, kita pun makin dekat, duniaku terasa berwarna lagi hingga akhir semester pun berakhir dengan ujian final. Dan aku tidak pernah menyangka dengan berakhirnya ujian mata kuliah yang kita ikuti bersama juga sebagai tanda berakhirnya hubungan kita. Aku tidak pernah menduga hubungan kita hanya berumur satu semester.
Aku tidak tau apa yang sebenarnya yang ada di hatimu, kalo memang kamu tidak mencintaiku mengapa kamu memberiku harapan? Mengapa kamu berusaha menghiburku saat ku menangis? Mengapa kamu selalu berusaha membantu saat aku susah? Mengapa kamu mau membelikanku obat saat aku sakit? Mengapa tidak kamu biarkan saja aku mati waktu itu. Aku selalu ingin menanyakan ini padamu tapi entah mengapa lidahku terasa kaku tuk mengatakannya dan pertanyaanku pun berbelok di ujung kalimat.
Kini…….
Kamu bukan Cuma berusaha menjahuiku tapi seakan tak mau mengenalku lagi
Kini…….
Aku Cuma bisa menangis menyesali semua yang pernah terjadi antara kita
Kini…….
Kita tak lagi seperti dulu
Wahai pria berinisial A R
Ku ingin kamu tau, sampai detik ini perasaanku masih tetap sama, seperti yang pernah aku bilang sama kamu, aku masih mencintaimu, masih mengharapmu menjadi milikku, menghabiskan sisa waktuku bersamamu, mengandung anak-anakmu, membina keluarga yang bahagia.
Ku ingin kamu tau
Aku masih menunggumu hingga akhir dimana rasa ini pergi dengan sendirinya.
Wahai pria yang selalu membuat hatiku tak menentu
Moga perasaanmu berubah di saat cinta ini masih untukmu, dan semoga Allah mempertemukan kita di waktu yang lebih baik daripada sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar