Minggu, 15 Juli 2012

UNISMUH "08

Tiba-tiba jadi kangen sama mereka, teman-temanku saat kuliah di Universitas Muhammadyah kupang dulu, di kampusku dulu, cowok-cowok yang ngambil jurusan akuntansi angkatan ’08 ya… Cuma mereka dan jadinya hampir setiap hari aku ketemu mereka, ceweknya ada tiga orang, aku, ida dan rumi. Jadi jumlahnya tujuh orang. Dan karena mereka di tambah aku pastinya, kita jurusan akuntansi lebih menonjol di banding jurusan manajemen yang lebih banyak mahasiswanya. Karena kami yang jumlahnya memang sedikit membuat hubungan pertemanan kami sangat dekat. Sebelumnya aku kenalkan dulu mereka satu per satu yang paling kiri, itu namanya Ahmad Yani, kalau soal akuntansi, dia lumayan tapi masih di bawa akulah. (hehehe… pede), dia terkenal dengan rayuan mautnya ngegombal cewek-cewek, percaya deh cewek-cewek yang dengar gombalannya akan klepek-klepek, dia yang pertama yang aku kenal di antara yang lainnya, di samping Ahmad itu namanya Fahmi Rahman Mosambonga, dia yang paling pintar diantara yang lain, jelas aja, dia lulusan SMK jurusan akuntansi lagi, dia yang paling solid sama aku tapi kalau urusan cewek, dia pemalu banget, gayanya aja yang sok ngerayu tapi aslinya takut ama cewek. Hehehe… Selanjutnya di samping Fahmi itu Yasir Alkatiri, namanya aja yang arab tapi orangnya preman, dia yang kelihatan paling cool, paling sok keren., dia pertama jurusan manajemen kemudian pindah ke akuntansi, paling suka copy paste tugas makalah, soal cewek, kayaknya dengan melihat gayanya saja sudah cukup untuk membuat cewek-cewek pada tertarik. Nah yang paling kanan itu namanya Ardian Surya Adi Putra, dia adalah pacarku selama aku kuliah di sana, tepatnya dia sekarang adalah mantanku, dan skarang statusnya masih teman walau tidak seakrab dulu, dia orang yang paling baik (kata teman-teman yang lain) karena dia tidak akan membiarkan diantara kita yang susah, dia juga bekerja sebagai staf di kampus jadi untuk kami anak-anak ekonomi tidak akan terlalu sulit bila mau berhubungan dengan admistrasi karena ada dia, intinya dia adalah orang yang tidak akan tega melihat aku menderita, (dulunya). Aku akui solidaritas mereka sangat tinggi, pernah suatu hari aku tidak di jemput pas abis kuliah sore, akhirnya Fahmi dan Ahmad bela-belain antar aku ke tempat nyari angkot dan nungguin sampai aku naik nagkot padahal kost mereka jauh tapi mereka ngantar aku dulu. Banyak cerita bersama mereka selama aku kuliah disana, seandainya aku tidak pindah kuliah mungkin sekarang aku sedang bersama mereka berjuang untuk menyelesaikan skripsi masing-masing, dan kayaknya walau beda tempat dan beda kampus kita akan sama-sama wisuda, yaitu tahun ini. Senang pernah menjadi bagian diantara mereka. Terus berjuang teman-teman, tetap semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar