Senin, 25 Februari 2013

UNTUKMU, PRIA PERTAMA DALAM HIDUPKU



Sedikit kecewa karena di hari bahagiaku, papa gak bisa hadir. Tapi bukan papaku namanya kalo beliau membiarkanku kecewa begitu saja. Cincin emas putih yang sekarang melingkar di jari tengahku sebagai peredam rasa kecewaku (sebagai tanda permintaan maaf katanya karena gak bisa hadir mendampingiku).

Papa adalah orang yang selalu berusaha memenuhi semua kebutuhan dan keinginanku. Papa yang telah berkorban banyak hal untukku.

Masih teringat jelas saat masih kuliah dulu saat ku meminta
“pa, besok uni mau bayar uang semesteran”
“pa, uni mau beli buku”
“pa, uni mau beli baju, sepatu, tas”
Dan papa selalu menjawab “iya….. besok papa kirim”, tidak pernah aku mendengar kata “TIDAK” untuk pendidikanku

Masih teringat, saat aku mengeluh tantang mahalnya biaya pendidikan dan papa menjawab “gak usah khawatir, selama papa masih hidup, selama itu pula kamu bisa kuliah”. Tidak pernah ku mendengar keluh kesah dari bibirnya, walau rasa sakit sedang menggerogoti tubuhnya. Papa selalu memaksakan diri agar aku bisa tetap kuliah.

Semua itu papa lakukan hanya berharap gelar sarjana dariku, yang kelak ku sematkan dalam undangan pernikahanku yang di hadiri ratusan pasang mata kemudian beliau dapat berkata “lihat, itu anakku”
Hari ini, walau papa jauh. Aku ingin papa tahu
Anak gadis papa, anak tertua papa, anak keras kepala papa, anak kesayangan  papa
Sudah sarjana.
Aku tau, mungkin diantara segelas keringat pengorbanan papa, uni baru membalas setetes saja. Dan uni juga ingin papa tau, selama uni masih hidup selama itu pula uni akan membahagiakan papa, dan tetap menjadi anak termanis dan kesayangan papa.

Ya Allah…
Bantu aku meraih apa yang papa peluhkan dalam setiap doa papa
Ya Allah…
Apabila aku tidak sanggup memenuhi semua inginnya, katakan pada papa kalo aku telah berusaha melukiskan senyum di bibirnya
Ya Allah…
Jika papa bangga padaku, aku pun ingin katakan kalo aku juga bangga punya papa seperti dirinya

#untuk gelar luar biasa bagi beliau yang biasa-biasa saja.


MAKASSAR, 22 DESEMBER 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar