Sedikit kecewa karena di hari
bahagiaku, papa gak bisa hadir. Tapi bukan papaku namanya kalo beliau
membiarkanku kecewa begitu saja. Cincin emas putih yang sekarang melingkar di
jari tengahku sebagai peredam rasa kecewaku (sebagai tanda permintaan maaf
katanya karena gak bisa hadir mendampingiku).
Papa adalah orang yang selalu
berusaha memenuhi semua kebutuhan dan keinginanku. Papa yang telah berkorban
banyak hal untukku.
Masih teringat jelas saat masih
kuliah dulu saat ku meminta
“pa, besok uni mau bayar uang
semesteran”
“pa, uni mau beli buku”
“pa, uni mau beli baju, sepatu,
tas”
Dan papa selalu menjawab “iya…..
besok papa kirim”, tidak pernah aku mendengar kata “TIDAK” untuk pendidikanku
Masih teringat, saat aku mengeluh
tantang mahalnya biaya pendidikan dan papa menjawab “gak usah khawatir, selama
papa masih hidup, selama itu pula kamu bisa kuliah”. Tidak pernah ku mendengar
keluh kesah dari bibirnya, walau rasa sakit sedang menggerogoti tubuhnya. Papa
selalu memaksakan diri agar aku bisa tetap kuliah.
Semua itu papa lakukan hanya
berharap gelar sarjana dariku, yang kelak ku sematkan dalam undangan
pernikahanku yang di hadiri ratusan pasang mata kemudian beliau dapat berkata
“lihat, itu anakku”
Hari ini, walau papa jauh. Aku
ingin papa tahu
Anak gadis papa, anak tertua
papa, anak keras kepala papa, anak kesayangan
papa
Sudah sarjana.
Aku tau, mungkin diantara segelas
keringat pengorbanan papa, uni baru membalas setetes saja. Dan uni juga ingin
papa tau, selama uni masih hidup selama itu pula uni akan membahagiakan papa,
dan tetap menjadi anak termanis dan kesayangan papa.
Ya Allah…
Bantu aku meraih apa yang papa
peluhkan dalam setiap doa papa
Ya Allah…
Apabila aku tidak sanggup memenuhi
semua inginnya, katakan pada papa kalo aku telah berusaha melukiskan senyum di
bibirnya
Ya Allah…
Jika papa bangga padaku, aku pun
ingin katakan kalo aku juga bangga punya papa seperti dirinya
#untuk gelar luar biasa bagi
beliau yang biasa-biasa saja.
MAKASSAR, 22 DESEMBER 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar