Tahun lalu, 24 juli.
Aku di sana, melewati hari-hariku selama
24 hari dengan rutinitas yang berbeda. Gaya hidup anak pasantren. Bangun jam
tiga subuh, dan tidur jam 11 malam. Menjalankan ritual agama yang sangat
lengkap, mulai dari yang wajib sampai yang sunnah.
Walau bagi sebagian teman-teman
menganggap tempat ini adalah “penjara” namun bagiku tempat ini adalah tempat
terindah yang pernah ku datangi.
Pernah ngerasa hidup ini tenang? Tanpa
beban?
Pernah ngerasa hidup ini damai? Hati
selalu senang?
Dan kalau malaikat maut ingin mencabut
nyawa kita rasanya kita sudah siap.
DI SANALAH TEMPATNYA
Di sana kita akan ngerasa kayak gitu
dengan satu syarat, yaitu harus IKHLAS. Nama pesantren di sana adalah Darul
Muhlisin yang artinya Ikhlas. Ya… kita harus Ikhlas melakukannya karena Allah.
Beberapa minggu belakangan ini aku
selalu sulit tidur malam, pola hidupku jadi kacau, siang jadi malam, malam jadi
siang. Sudah persis kalelawar saja. Dampak lainnya adalah kantong mata yang
membuat wajahku makin jelek, tubuhku bukan kurus lagi tapi sisa tulang, kulit,
ama dosa. Dampak yang lebih parah lagi adalah aku jadi tidak bisa bangun sholat
subuh.
Banyak pikiran, ini mungkin penyebab
utamanya karena beberapa minggu terakhir ini aku memang sering memikirkan
banyak hal. Memikirkan kedua orang tuaku, memikirkan adek-adekku, memikirkan
nilai yang tak kunjung kluar, memikirkan ujian skripsi nanti, memikirkan mau
kerja dimana nanti. Pokoknya banyak.
Aku juga ngerasa bersalah banget ama
keluargaku, aku gak bisa wisuda bulan ini, aku belum bisa ke Kupang untuk bantu
mereka. Aku ngerasa gak becus, di saat aku di butuhkan, aku gak bisa bantu
apa-apa. “Untuk kak lina, kak baba. Uny minta maaf sudah buat kalian susah,
maaf karena sampe saat ini uny belum bisa balas kebaikan kalian”. Aku selalu
ingin mengatakan ini secara langsung ke mereka, tapi aku tidak punya keberanian
untuk mengatakannya. Moga mereka tau kalau aku juga gak mau begini.
Akh….. aku benci hidup begini, ngerasa
gak tenang banget, pengen ngerasa ketenangan lahir batin lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar