Sabtu, 22 September 2012

PACAR = PETE-PETE


Aku adalah salah satu dari sekian banyak penduduk bumi ini yang sering berpergian dengan angkutan umum, atau bahasa lainnya angkot, atau masyarakat makassar biasa menyebutnya pete-pete, maklum aku gak punya kendaraan sendiri, gak di ijinin papaku. Kemarin, pas pulang kampus aku kepikiran sesuatu.
Kemarin aku sendiri dari kampus, nunggu pete-pete jurusan sudiang angkasa pura lewat. 

Pete-pete pertama berhenti di hadapanku, aku ngeliat isi pete-pete banyak penumpan, sesak pikirku. Aku menggelengkan kepala tanda tak mau naik.

Pete-pete kedua jurusan yang sama berhenti di hadapanku, tidak begitu banyak penumpannya, tapi pete-petenya sudah tua, jelek, tidak ada musiknya pula. Aku menggelengkan kepala lagi.

Pete-pete ketiga lewat, jurusan yang sama, tidak begitu banyak penumpan, dan full musik tapi supir pete-petenya tidak melihatku yang melambaikan tangan.

Pete-pete keempat lewat, tidak ada penumpannya, dan full musik tapi bukan jurusan sudiang angkasa pura.

Akhirnya setelah berdiri kurang lebih setengah jam dan udah capek menunggu, aku pun berkata dalam hati, kalau ada pete-pete jurusan sama denganku lewat, aku akan naik.

Pete-pete kelima pun lewat, jurusan yang sama, tidak ada musik, hanya ada dua penumpan dan mobilnya lumayan bagus. Aku memutuskan naik, saat sampai di terminal Daya, dua penumpan tersebut turun, tinggallah aku sendiri di pete-pete. Gak lama kemudian, supir pete-petenya menghentikan pete-petenya dan bertanya
“dimana ki mau turun dek?”
“di kompleks angkasa pura sudiang, daeng”
“aduh…. Mauka putar sentral lagi, bisa ki turun di sini? Nda usah ki bayar”
Sambil ngomel-ngomel dalam hati aku pun turun, supir pete-pete di sini memang sering gitu, saat penumpan tinggal satu orang dan tujuannya masih jauh, dengan teganya supir pete-pete akan menyuruh kita turun karean merasa rugi mengantar kita sendirian sampai tujuan.

Gak lama kemudian pete-pete dengan jurusan yang sama pun berhenti di hadapanku, tidak begitu banyak penumpan, ada musiknya, dan pete-petenya masih bagus, sebelum naik aku bertanya ke supirnya memastikan aku akan di antar sampai tujuan dan tidak di turunin di tengah jalan kayak tadi lagi.

Mencari/menunggu pacar ternyata gak jauh beda sama mencari/menunggu pete-pete

Pertama, Saat ada seseorang yang mendekati kita, kita perlu melihat, mengenali orang tersebut, apa punya prinsip hidup yang sama dengan kita, apa dia sesuai dengan keinginan kita seperti tampan, tajir, setia, baik, jujur, pengertian dan sebagainya. Saat kita sudah mengenali seseorang tersebut dan ternyata tidak sesuai dengan yang kita inginkan kita bisa langsung menolaknya, sama seperti saat kita menggelengkan kepala pada supir pete-pete.

Kedua, saat kamu lagi mengincar seseorang atau naksir seseorang karena menurutmu dialah orang yang kamu inginkan sebagai pendamping hidupmu kelak, tapi orang itu justrus mengabaikanmu, sama seperti kamu melambaikan tangan tapi supir pete-petenya gak ngelihat kamu.

Ketiga, saat kamu sudah capek menunggu seseorang yang akan datang, kamu pun niat dalam hati, siapapun yang datang nanti, bagaimana pun orangnya kamu tidak akan protes yang penting dia sejalan denganmu, dia punya tujuan yang sama denganmu kamu akan menerimanya. Sama seperti kamu yang udah capek nunggu angkot kemudian berfikir dari pada kamu jalan kaki mending kamu naik angkot yang apa adanya, yang penting satu jurusan sama kamu.

Keempat, ketika kamu naksir seseorang dan seseorang tersebut juga merasakan hal yang sama, kemudian kalian memutuskan untuk pacaran, dan tiba-tiba bagi seseorang tersebut ngerasa ada yang salah dengan hubungan kalian dan memutuskan meninggalkanmu begitu saja. Itu sama seperti kamu naik pete-pete kemudian supir pete-petenya nurunin kamu di tengah jalan
.
Kelima, saat kamu di campakkan, di tinggalkan begitu saja tanpa penjelasan yang masuk akal, dan berfikir kebahagiaan bukan di ciptakan untukmu, dan memutuskan berjalan sendiri sampai tujuan yang hendak kamu capai, saat itu pula tiba-tiba seseorang dengan gagahnya berlutut di hadapanmu, dan memintamu berjalan bersamanya, menemaninya. Itu persis seperti saat kamu di turunin di tengah jalan sama supir pete-petenya kemudian sambil ngomel-ngomel kamu memutuskan untuk jalan kaki saja, dan tiba-tiba ada pete-pete berhenti di sampingmu dan kemudian menyuruhmu naik.

Yah…. Mungkin seperti itulah jalan cinta, kita tidak pernah tau misteri apa yang ada di dalamnya, selalu ada kejutan yang menunggu. Yang jelas, satu yang pasti, hukum alam masih berlaku, sudah menolak pasti akan di tolak, jika menyakiti pasti akan tersakiti.
Kalian pasti sudah mengalami salah satu dari lima perumpamaan di atas, di manapun posisi kalian sekarang, yakinlah Allah lagi menyiapkan sesuatu yang indah di ujung jalan sana, kita hanya tinggal menunggu waktu itu tiba karena semua akan indah pada waktunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar