Aku adalah salah satu
dari sekian banyak penduduk bumi ini yang sering berpergian dengan angkutan
umum, atau bahasa lainnya angkot, atau masyarakat makassar biasa menyebutnya
pete-pete, maklum aku gak punya kendaraan sendiri, gak di ijinin papaku.
Kemarin, pas pulang kampus aku kepikiran sesuatu.
Kemarin aku sendiri
dari kampus, nunggu pete-pete jurusan sudiang angkasa pura lewat.
Pete-pete pertama
berhenti di hadapanku, aku ngeliat isi pete-pete banyak penumpan, sesak
pikirku. Aku menggelengkan kepala tanda tak mau naik.
Pete-pete kedua jurusan
yang sama berhenti di hadapanku, tidak begitu banyak penumpannya, tapi
pete-petenya sudah tua, jelek, tidak ada musiknya pula. Aku menggelengkan
kepala lagi.
Pete-pete ketiga lewat,
jurusan yang sama, tidak begitu banyak penumpan, dan full musik tapi supir
pete-petenya tidak melihatku yang melambaikan tangan.
Pete-pete keempat
lewat, tidak ada penumpannya, dan full musik tapi bukan jurusan sudiang angkasa
pura.
Akhirnya setelah
berdiri kurang lebih setengah jam dan udah capek menunggu, aku pun berkata
dalam hati, kalau ada pete-pete jurusan sama denganku lewat, aku akan naik.
Pete-pete kelima pun
lewat, jurusan yang sama, tidak ada musik, hanya ada dua penumpan dan mobilnya
lumayan bagus. Aku memutuskan naik, saat sampai di terminal Daya, dua penumpan
tersebut turun, tinggallah aku sendiri di pete-pete. Gak lama kemudian, supir
pete-petenya menghentikan pete-petenya dan bertanya
“dimana ki mau turun
dek?”
“di kompleks angkasa
pura sudiang, daeng”
“aduh…. Mauka putar
sentral lagi, bisa ki turun di sini? Nda usah ki bayar”
Sambil ngomel-ngomel
dalam hati aku pun turun, supir pete-pete di sini memang sering gitu, saat
penumpan tinggal satu orang dan tujuannya masih jauh, dengan teganya supir
pete-pete akan menyuruh kita turun karean merasa rugi mengantar kita sendirian
sampai tujuan.
Gak lama kemudian
pete-pete dengan jurusan yang sama pun berhenti di hadapanku, tidak begitu
banyak penumpan, ada musiknya, dan pete-petenya masih bagus, sebelum naik aku
bertanya ke supirnya memastikan aku akan di antar sampai tujuan dan tidak di
turunin di tengah jalan kayak tadi lagi.
Mencari/menunggu pacar
ternyata gak jauh beda sama mencari/menunggu pete-pete
Pertama, Saat ada
seseorang yang mendekati kita, kita perlu melihat, mengenali orang tersebut,
apa punya prinsip hidup yang sama dengan kita, apa dia sesuai dengan keinginan
kita seperti tampan, tajir, setia, baik, jujur, pengertian dan sebagainya. Saat
kita sudah mengenali seseorang tersebut dan ternyata tidak sesuai dengan yang
kita inginkan kita bisa langsung menolaknya, sama seperti saat kita
menggelengkan kepala pada supir pete-pete.
Kedua, saat kamu lagi
mengincar seseorang atau naksir seseorang karena menurutmu dialah orang yang
kamu inginkan sebagai pendamping hidupmu kelak, tapi orang itu justrus
mengabaikanmu, sama seperti kamu melambaikan tangan tapi supir pete-petenya gak
ngelihat kamu.
Ketiga, saat kamu sudah
capek menunggu seseorang yang akan datang, kamu pun niat dalam hati, siapapun
yang datang nanti, bagaimana pun orangnya kamu tidak akan protes yang penting
dia sejalan denganmu, dia punya tujuan yang sama denganmu kamu akan
menerimanya. Sama seperti kamu yang udah capek nunggu angkot kemudian berfikir
dari pada kamu jalan kaki mending kamu naik angkot yang apa adanya, yang
penting satu jurusan sama kamu.
Keempat, ketika kamu
naksir seseorang dan seseorang tersebut juga merasakan hal yang sama, kemudian
kalian memutuskan untuk pacaran, dan tiba-tiba bagi seseorang tersebut ngerasa
ada yang salah dengan hubungan kalian dan memutuskan meninggalkanmu begitu
saja. Itu sama seperti kamu naik pete-pete kemudian supir pete-petenya nurunin
kamu di tengah jalan
.
Kelima, saat kamu di
campakkan, di tinggalkan begitu saja tanpa penjelasan yang masuk akal, dan berfikir
kebahagiaan bukan di ciptakan untukmu, dan memutuskan berjalan sendiri sampai
tujuan yang hendak kamu capai, saat itu pula tiba-tiba seseorang dengan
gagahnya berlutut di hadapanmu, dan memintamu berjalan bersamanya, menemaninya.
Itu persis seperti saat kamu di turunin di tengah jalan sama supir pete-petenya
kemudian sambil ngomel-ngomel kamu memutuskan untuk jalan kaki saja, dan
tiba-tiba ada pete-pete berhenti di sampingmu dan kemudian menyuruhmu naik.
Yah…. Mungkin seperti
itulah jalan cinta, kita tidak pernah tau misteri apa yang ada di dalamnya,
selalu ada kejutan yang menunggu. Yang jelas, satu yang pasti, hukum alam masih
berlaku, sudah menolak pasti akan di tolak, jika menyakiti pasti akan
tersakiti.
Kalian pasti sudah
mengalami salah satu dari lima perumpamaan di atas, di manapun posisi kalian
sekarang, yakinlah Allah lagi menyiapkan sesuatu yang indah di ujung jalan
sana, kita hanya tinggal menunggu waktu itu tiba karena semua akan indah pada
waktunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar