Entah
terinspirasi dari mana lagi dek Ismi, tiba-tiba merubah nama grub kami jadi My
Turtle. Sebelumnya
nama grub kami kura-kura ninja. Aku gak tau atas dasar apa lagi tiba-tiba dek
Ismi merubah nama grub kami, mungkin supaya terdengar lebih keren mungkin.
Yah…. Apapun namanya, bukan itu yang akan aku bahas tapi orang-orang yang ada
di dalamnya.
Gak terasa sudah hampir 2
tahun aku mengenal mereka, waktu yang singkat namun akhirnya bisa membuat kita
jadi akrab, hampir tiap hari kuliah, dan melewati hari-hari bersama mereka
membuat kami saling mengerti sifat satu sama lain.
Awalnya ku menganggap mereka
biasa saja, kehadiran mereka tidak lebih dari teman kuliah lainnya, teman
berbagi urusan kuliah saja, tidak lebih. Namun seiring berjalannya waktu aku
makin mengerti arti hadir mereka, yang tak sekedar hadir, mereka memberiku
pemahaman yang berbeda tentang hidup, pendewasaan, persahabatan, persaudaraan,
dan kebersamaan. Kini mereka menjadi salah satu alasan kesuksesanku melewati
masa-masa sulit selama kuliah. Mungkin ceritanya akan berbeda jika aku tidak
bertemu mereka di awal-awal ku masuk Universitas muslim Indonesia.
Selalu banyak cerita ketika
bersama mereka, selalu ribut, ya…. Jelas saja, menyatukan 5 karakter dalam satu
ruangan itu tidaklah mudah, di tambah keegoisan masing-masing. Namun justru
karena itu kami selalu bisa saling melengkapi, perbedaan karakter membuat kami
jadi penuh warna, penuh canda, penuh tawa.
Mereka itu adalah
HENNY IKA PURWANENGSIH ANJA
Awal mengenalnya membuatku
sedikit sebel, ini cewek sok banget. Namun seperti kata orang “jangan langsung
menilai seseorang jika kamu belum mengenalnya” dan setelah aku mengenalnya
ternyata dia tak seburuk yang aku pikirkan. Banyak persamaan sebenarnya
diantara aku sama henny, salah satunya adalah kami sama-sama anak cewek
sendiri, jadi aku tau betul sifatnya yang egois, manja, kekanak-kanakan, dan
kadang juga menyebalkan. Diantara kami berlima, yang paling tua itu henny, tapi
yang paling kekanak-kanakan juga henny, masih labil memang padahal paling tua.
NURUL ISMA
Yang paling dewasa dalam
memberikan masukan di kala salah satu dari kami mempunyai masalah, paling
bijak, paling tenang, paling alim. Wajar saja jika setiap pria yang melihatnya
langsung jatuh hati, aku aja, yang cewek senang jika bersamanya, kehadirannya
selalu memberikan ketenangan, dan tentu saja itu yang diinginkan semua pria,
wanita yang bisa membuatnya merasa tenang. Paling sering ngingatin sholat,
ngajak sholat, memberi semangat, dan selalu berkata “tenang kak, don’t panic”
setiap aku mau ujian. Dia juga selalu menilai dan menyelesaikan masalah dari
sisi agama. Dia Selalu tegar, dan paling baik. Memandang wajahnya membuatku
mengingat Allah.
NURUL ISMI
Kembarannya isma, kembar tapi
tak sama. Pertama kenal mereka, sumpah, bingung mana isma, mana ismi. Mirip
banget bagai pinang di belah dua, bagai apalah itu yang jelas sama. Tapi karena
sering bersama mereka sekarang sudah tau mana isma, mana ismi, walau dari
belakang sekalipun sekarang aku tau. Paling bungsu diantara kami, paling
bongsor, paling lucu, paling suka panic. Secara fisik ismi memang mirip banget
sama isma, tapi secara sifat, beda banget, dari mereka juga aku baru tau, kalo
Allah menciptakan kita berbeda satu sama lain, kembar sekalipun, pasti ada bedanya.
Selalu ada saja kejadian lucu kalo lagi jalan sama mereka, melihat tatapan
heran orang-orang, dengan muka bingung trus bilang “kembar yah?” hehehe….
RESKYA OKTARIA
Diantara mereka, yang paling
duluan aku kenal itu ya kiky, persamaan nasib (sama2 transfer) membuat kami
cepat akrab, kemana-mana selalu berdua. Kini, dia lebih dari itu, kami bahkan
satu rumah, satu tempat tidur lagi, dia ngajak aku tinggal di rumahnya setahun
yang lalu, waktu aku memutuskan untuk pindah kost. Bagiku, dia lebih dari seorang
teman, lebih dari seorang sahabat, dia adalah saudariku. Makasih telah berbaik
hati mengijinkanku tinggal dirumahmu, makasih telah berbagi tempat tidur
denganku, makasih telah membuatku merasakan bagaimana rasanya punya saudari,
makasih untuk telinga yang selalu mendengar ocehanku, makasih karena sudah mau
bangun malam-malam bukain pintu saat ku terlambat pulang, makasih untuk
semuanya. Ah….. sudahlah beribu-ribu kata terima kasih pun takkan mampu
membalas apa yang telah kamu berikan kepadaku, dan siapalah aku ini, yang bisa
membalas semua kebaikanmu, oleh karena itu, doaku semoga Allah membalas setiap
kebaikanmu kepadaku. Dan maaf jika selama mengenalku, selama aku tinggal di
rumahmu, aku membuatmu susah, marah, sedih, atau benci. Sungguh, sedikit pun tak
ada maksudku untuk itu, seperti yang selalu aku katakan padamu, “jika hadirku
tak dapat mengukir bahagia, semoga hadirku bisa menghapus sedihmu”.
Aku selalu percaya kalo Allah
selalu mempertemukan orang baik dengan orang yang baik juga, terima kasih ya
Allah telah mempertemukanku dengan mereka.
Tuk dek Isma, dan Ismi
Tetaplah menjadi adek-adekku yang manis, dan terus berjuang di jalan Allah,
semangat kuliahnya.
Tuk kaka henny, dan kaka kiky,
(ganjil manggil mereka Kaka) tetaplah konsisten dengan sikap dewasanya, stop
galau-galau, kita dah sarjana, Insya Allah pintu kesempatan yang lebih baik
sudah terbuka lebar di depan sana, tinggal kitanya saja yang dah siap ato
belum.
Kalian adalaha Sahabat terbaik
yang menjadi motivator hidupku dengan
segala pendewasaan hidup kalian dan yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka.



i'm so sad when i read your blog,,,hikz..hikz..
BalasHapus