Kamis, 31 Januari 2013

SAUDARI TAK SERAHIM



Entah terinspirasi dari mana lagi dek Ismi, tiba-tiba merubah nama grub kami jadi My Turtle. Sebelumnya nama grub kami kura-kura ninja. Aku gak tau atas dasar apa lagi tiba-tiba dek Ismi merubah nama grub kami, mungkin supaya terdengar lebih keren mungkin. Yah…. Apapun namanya, bukan itu yang akan aku bahas tapi orang-orang yang ada di dalamnya.
Gak terasa sudah hampir 2 tahun aku mengenal mereka, waktu yang singkat namun akhirnya bisa membuat kita jadi akrab, hampir tiap hari kuliah, dan melewati hari-hari bersama mereka membuat kami saling mengerti sifat satu sama lain.
Awalnya ku menganggap mereka biasa saja, kehadiran mereka tidak lebih dari teman kuliah lainnya, teman berbagi urusan kuliah saja, tidak lebih. Namun seiring berjalannya waktu aku makin mengerti arti hadir mereka, yang tak sekedar hadir, mereka memberiku pemahaman yang berbeda tentang hidup, pendewasaan, persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan. Kini mereka menjadi salah satu alasan kesuksesanku melewati masa-masa sulit selama kuliah. Mungkin ceritanya akan berbeda jika aku tidak bertemu mereka di awal-awal ku masuk Universitas muslim Indonesia.
Selalu banyak cerita ketika bersama mereka, selalu ribut, ya…. Jelas saja, menyatukan 5 karakter dalam satu ruangan itu tidaklah mudah, di tambah keegoisan masing-masing. Namun justru karena itu kami selalu bisa saling melengkapi, perbedaan karakter membuat kami jadi penuh warna, penuh canda, penuh tawa.
Mereka itu adalah
HENNY IKA PURWANENGSIH ANJA
Awal mengenalnya membuatku sedikit sebel, ini cewek sok banget. Namun seperti kata orang “jangan langsung menilai seseorang jika kamu belum mengenalnya” dan setelah aku mengenalnya ternyata dia tak seburuk yang aku pikirkan. Banyak persamaan sebenarnya diantara aku sama henny, salah satunya adalah kami sama-sama anak cewek sendiri, jadi aku tau betul sifatnya yang egois, manja, kekanak-kanakan, dan kadang juga menyebalkan. Diantara kami berlima, yang paling tua itu henny, tapi yang paling kekanak-kanakan juga henny, masih labil memang padahal paling tua. 

NURUL ISMA
Yang paling dewasa dalam memberikan masukan di kala salah satu dari kami mempunyai masalah, paling bijak, paling tenang, paling alim. Wajar saja jika setiap pria yang melihatnya langsung jatuh hati, aku aja, yang cewek senang jika bersamanya, kehadirannya selalu memberikan ketenangan, dan tentu saja itu yang diinginkan semua pria, wanita yang bisa membuatnya merasa tenang. Paling sering ngingatin sholat, ngajak sholat, memberi semangat, dan selalu berkata “tenang kak, don’t panic” setiap aku mau ujian. Dia juga selalu menilai dan menyelesaikan masalah dari sisi agama. Dia Selalu tegar, dan paling baik. Memandang wajahnya membuatku mengingat Allah. 


NURUL ISMI
Kembarannya isma, kembar tapi tak sama. Pertama kenal mereka, sumpah, bingung mana isma, mana ismi. Mirip banget bagai pinang di belah dua, bagai apalah itu yang jelas sama. Tapi karena sering bersama mereka sekarang sudah tau mana isma, mana ismi, walau dari belakang sekalipun sekarang aku tau. Paling bungsu diantara kami, paling bongsor, paling lucu, paling suka panic. Secara fisik ismi memang mirip banget sama isma, tapi secara sifat, beda banget, dari mereka juga aku baru tau, kalo Allah menciptakan kita berbeda satu sama lain, kembar sekalipun, pasti ada bedanya. Selalu ada saja kejadian lucu kalo lagi jalan sama mereka, melihat tatapan heran orang-orang, dengan muka bingung trus bilang “kembar yah?” hehehe….

RESKYA OKTARIA
Diantara mereka, yang paling duluan aku kenal itu ya kiky, persamaan nasib (sama2 transfer) membuat kami cepat akrab, kemana-mana selalu berdua. Kini, dia lebih dari itu, kami bahkan satu rumah, satu tempat tidur lagi, dia ngajak aku tinggal di rumahnya setahun yang lalu, waktu aku memutuskan untuk pindah kost. Bagiku, dia lebih dari seorang teman, lebih dari seorang sahabat, dia adalah saudariku. Makasih telah berbaik hati mengijinkanku tinggal dirumahmu, makasih telah berbagi tempat tidur denganku, makasih telah membuatku merasakan bagaimana rasanya punya saudari, makasih untuk telinga yang selalu mendengar ocehanku, makasih karena sudah mau bangun malam-malam bukain pintu saat ku terlambat pulang, makasih untuk semuanya. Ah….. sudahlah beribu-ribu kata terima kasih pun takkan mampu membalas apa yang telah kamu berikan kepadaku, dan siapalah aku ini, yang bisa membalas semua kebaikanmu, oleh karena itu, doaku semoga Allah membalas setiap kebaikanmu kepadaku. Dan maaf jika selama mengenalku, selama aku tinggal di rumahmu, aku membuatmu susah, marah, sedih, atau benci. Sungguh, sedikit pun tak ada maksudku untuk itu, seperti yang selalu aku katakan padamu, “jika hadirku tak dapat mengukir bahagia, semoga hadirku bisa menghapus sedihmu”.

Aku selalu percaya kalo Allah selalu mempertemukan orang baik dengan orang yang baik juga, terima kasih ya Allah telah mempertemukanku dengan mereka.
Tuk dek Isma, dan Ismi Tetaplah menjadi adek-adekku yang manis, dan terus berjuang di jalan Allah, semangat kuliahnya.
Tuk kaka henny, dan kaka kiky, (ganjil manggil mereka Kaka) tetaplah konsisten dengan sikap dewasanya, stop galau-galau, kita dah sarjana, Insya Allah pintu kesempatan yang lebih baik sudah terbuka lebar di depan sana, tinggal kitanya saja yang dah siap ato belum.
Kalian adalaha Sahabat terbaik yang menjadi motivator  hidupku dengan segala pendewasaan hidup kalian dan yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka.

1 komentar: