Aku ingin menuliskan
sedikit tentang apa yang sedang aku rasakan saat ini, agar dapat ku baca nanti.
bukan maksudku untuk mengeluh, walau sakit yang kurasa. Aku takut dengan
mengeluh akan mengurangi nikmat Allah yang telah di berikan selama ini.
Berada di fase ini
sungguh tidak mengenakkan, saat semua mata memandangmu rendah, mencela bahkan
menghina. Sungguh, kadang aku ingin balas berteriak kasar kepada mereka kalau
aku tidak seburuk apa yang mereka pikirkan dan katakan. namun, kemudian aku
berfikir lagi, untuk apa aku harus membalas tatapan merendahkan mereka, toh,
walaupun mulutku berbusa-busa menjelaskan mereka tidak akan mengerti, seperti
mereka yang tak kan pernah mengerti kalau pendidikan itu penting. Lagian aku
yakin mereka akan mengerti jika yang mereka liat adalah bukti bukan kata-kata
seperti orasi para calon bupati yang selama ini mereka cuekin. Karena itu aku
memilih diam, ya… diam adalah jawaban terbaik saat ini, mungkin sekaranglah kesabaraku di uji walau
sebenarnya hatiku tengah berteriak marah, merintih dan menangis. “Sabar….
Sabar….” Separuh hatiku membujuk. Ya… bersabar, apalagi yang bisa ku lakukan
saat ini selain bersabar? Aku tidak bisa berbuat apa-apa tuk membuktikan yang
mereka katakan itu salah kan? Mereka benar. Tapi, dengan diam ternyata membuat
mereka semakin menjadi-jadi merendahkanku. Lihat, mereka sekarang merendahkanku
karena dua hal, yang lagi-lagi aku tak bisa apa-apa selain diam, karena mereka
lagi-lagi benar.
Bersabar…. Aku rasa ini
bukan pilihan tapi keharusan. Aku harus bersabar, setidaknya ini juga yang akan
membedakan aku dengan mereka. Aku berbeda dengan pikiran kolot mereka selama
ini, karena itu aku memilih jalan yang berbeda dengan mereka dengan resiko di
pandang rendah oleh mereka seperti saat ini. Tapi ini bukan akhir, ini seperti
cambukkan untukku agar lebih cepat membuktikan kepada mereka kalau aku berbeda.
Ini hanya soal waktu, mungkin ini adalah waktu dimana mereka memandangku
rendah, dan nanti, adalah waktu dimana mereka akan memandangku bangga.
Ya… hanya soal waktu,
karena SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar