Sabtu, 13 April 2013

hanya soal WAKTU



Aku ingin menuliskan sedikit tentang apa yang sedang aku rasakan saat ini, agar dapat ku baca nanti. bukan maksudku untuk mengeluh, walau sakit yang kurasa. Aku takut dengan mengeluh akan mengurangi nikmat Allah yang telah di berikan selama ini.
Berada di fase ini sungguh tidak mengenakkan, saat semua mata memandangmu rendah, mencela bahkan menghina. Sungguh, kadang aku ingin balas berteriak kasar kepada mereka kalau aku tidak seburuk apa yang mereka pikirkan dan katakan. namun, kemudian aku berfikir lagi, untuk apa aku harus membalas tatapan merendahkan mereka, toh, walaupun mulutku berbusa-busa menjelaskan mereka tidak akan mengerti, seperti mereka yang tak kan pernah mengerti kalau pendidikan itu penting. Lagian aku yakin mereka akan mengerti jika yang mereka liat adalah bukti bukan kata-kata seperti orasi para calon bupati yang selama ini mereka cuekin. Karena itu aku memilih diam, ya… diam adalah jawaban terbaik saat ini,  mungkin sekaranglah kesabaraku di uji walau sebenarnya hatiku tengah berteriak marah, merintih dan menangis. “Sabar…. Sabar….” Separuh hatiku membujuk. Ya… bersabar, apalagi yang bisa ku lakukan saat ini selain bersabar? Aku tidak bisa berbuat apa-apa tuk membuktikan yang mereka katakan itu salah kan? Mereka benar. Tapi, dengan diam ternyata membuat mereka semakin menjadi-jadi merendahkanku. Lihat, mereka sekarang merendahkanku karena dua hal, yang lagi-lagi aku tak bisa apa-apa selain diam, karena mereka lagi-lagi benar.  
Bersabar…. Aku rasa ini bukan pilihan tapi keharusan. Aku harus bersabar, setidaknya ini juga yang akan membedakan aku dengan mereka. Aku berbeda dengan pikiran kolot mereka selama ini, karena itu aku memilih jalan yang berbeda dengan mereka dengan resiko di pandang rendah oleh mereka seperti saat ini. Tapi ini bukan akhir, ini seperti cambukkan untukku agar lebih cepat membuktikan kepada mereka kalau aku berbeda. Ini hanya soal waktu, mungkin ini adalah waktu dimana mereka memandangku rendah, dan nanti, adalah waktu dimana mereka akan memandangku bangga.
Ya… hanya soal waktu, karena SEMUA AKAN INDAH PADA WAKTUNYA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar