Saudara tak sedarah, itu
yang selalu ku katakan pada mereka saat ingin memuji mereka atau saat ingin
minta bantuan sama mereka. Senang bisa kenal sama mereka, dan sedih saat mereka
duluan sarjana daripada aku, kini entah mereka masih mengingatku atau tidak.
Sepertinya aku terlambat
kenal mereka, kayaknya baru kemarin aku kenal mereka skarang sudah pisah lagi,
namun bersama mereka selalu membuat setiap moment menjadi tak terlupakan.
Selanjutnya Ishak Dzulmalik, awal pertemananku sama ishak tuh yang paling lucu, dan yang tidak bisa aku lupakan, bahkan sampe sekarang kalau ketemu ishak yang di bahas tuh Cuma itu, dan entah udah berapa kali. Berawal dari facebook, dia dulu sering banget komen-komen statusku, karena aku liat di infonya dia anak UMI juga, akhirnya aku tanggepin tapi aku tidak tahu orangnya yang mana karena foto profinya nda jelas, di kampus juga aku tidak pernah ketemu ama dia. Sampe akhir di mana aku mengambil mata kuliah seminar akuntansi, dua kali pertemuan akhirnya dosen mata kuliah memutuskan untuk menggabungkan kelas cowok sama kelas cewek, dan kami di suruh cari teman kelompok sendir-sendiri, satu kelompok harus terdiri dari satu cowok dan satu cewek, huf… stres, aku nih mahasiswi transfer skarang di suru cari teman kelompok sendiri cowok pula, mana ada yang aku kenal? Satu minggu berlalu dan aku belum dapat kelompok, dosen mata kuliah minta daftar nama-nama kelompok, kabar baiknya ternyata bukan Cuma aku yang belum dapat kelompok tapi tetap aja aku masih bingung mau satu kelompok sama siapa, cowok-cowok di kelas tidak satupun yang aku kenal, akhirnya aku dapat kelompok terakhir, di pasangkan dengan ishak. Sebelumnya kami di suru buat tugas makalah, sialnya ternyata dia nda kerja, akhirnya aku yang mengumpulkan tugas dan dia dengan enaknya Cuma tinggal nulis namanya doank di makalah, nda tau berterima kasih pula. “kayaknya aku salah kelompok nih, kok aku 1 kelompok ama cowok malas dan nda tau berterima kasih sih” pikirku waktu itu. Dengan sisa-sisa kejengkelan aku memutuskan untuk online, dua jam menerima materi ditambah setiap kelompok di wajibkan bertanya membuat kepalaku sakit, saat online aku mau update status “satu kelompok sama cowok yang nda tau berterima kasih” tapi sebelum aku update tiba-tiba ada chat dari ishak, dia nyanya “kita tadi satu kelompokku toh?” ha? Aku langsung kanget setelah memastikan ternyata benar dia, statusku ku nda jadi ku update takut kalo dia tersinggung. Hehehe…. Sejak saat itu, kalo ketemu dia aku pasti bilang “astaga sekelas ki pale seandainya aku tau nda pusing ka cari teman kelompok”. Aku dulu dekat banget ama dia di dunia maya tapi nda saling kenal di dunia nyata, dan anehnya kita satu kampus, satu jurusan dan satu kelas lagi. Hehehehehe…. Dia tuh orangnya agak pendiam dan pemalu jadi kalo lagi cerita-cerita ama dia jadi nda balance gitu, karena kebanyakan aku yang ngomong. Sempat merasa bersalah susah berfikiran jelek tentang dia padahal dia orangnya baik banget. Dan sempat nyesel karena dulu aku sempat nda mau ngasih dia nyontek tugas karena aku mengira dia udah bohong ama aku tapi kenyataannya bukan ishak yang bohong tapi orang itu, nyesel banget, aku selalu mau minta maaf langsung ama dia tapi setiap ketemu selalu aja lupa, dan emang dasarnya dia baikk, sudah aku gituin juga dia masih tetap baik ama aku.
Aku tidak tau selama kenal
dan dekat dengan mereka apa aku juga berkesan? Aku tidak tau apa nanti mereka
juga akan ingat ama aku? Entahlah..... yang jelas aku akan selalu mengingat
mereka, bagaimana mungkin aku bisa melupakan orang-orang yang telah baik kepada
aku? Maaf saudara-saudaraku jika selama mengenalku aku telah melukai perasaan
kalian mulai dari perkataan sampai tindakan yang dengan sengaja maupun
bercanda, aku hanya ingin kalian tau, tidak ada yang hilang dari sebuah
kenangan, semua akan tersimpan rapi di hati.
namaku tidak ada :( wekz :p
BalasHapusMending sy jg tdk ada klo begitu ji penilaian nya.. Shock ka bacaki..hehehe baru nemu blog nya..
Hapusnamamu ada di hatiku
BalasHapus