Selasa, 13 November 2012

SAUDARA TAK SEDARAH



Saudara tak sedarah, itu yang selalu ku katakan pada mereka saat ingin memuji mereka atau saat ingin minta bantuan sama mereka. Senang bisa kenal sama mereka, dan sedih saat mereka duluan sarjana daripada aku, kini entah mereka masih mengingatku atau tidak.
Sepertinya aku terlambat kenal mereka, kayaknya baru kemarin aku kenal mereka skarang sudah pisah lagi, namun bersama mereka selalu membuat setiap moment menjadi tak terlupakan.

Mulai dari Hardik Ali, dari pertama aku masuk universitas muslim indonesia aku sudah sekelas ama dia, di matakuliah Aqidah, dan karena kami sama-sama mahasiswa transfer akhirnya makin sering sekelas, makin akrab, dia orangnya cerdas, selalu jadi tempatku bertanya soal mata kuliah, selain itu dia juga bisa baca kepribadian seseorang, dia juga teman yang pandai menghiburku saatku lagi sedih, selalu melucu dengan cerita-cerita mopnya, dan juga sangat baik. Sekarang dia sudah kembali ke fak-fak, masih sering smsan sih, dia selalu bilang kangen sama anak-anak transfer terutama aku. Hahaha…. Dia juga terkenal sekali dengan suka gombal, sumpah, aku hanya bisa ketawa kalo dengar dia ngegombal, dan tentu saja waktu dia bilang kangen sama aku juga salah satu kalimat gombalnya, dan hanya menatap prihatin pada cewek-cewek yang termakan rayuan gombalannya. Aku juga selalu bilang ama dia, supaya berhenti ngegombal semua cewek-cewek, tapi apa katanya, “kalo kamu nyuruh aku berhenti yang lain mungkin aku masih bisa, tapi kalo kamu nyuruh aku berhenti ngegombal itu sama saja kamu nyuruh aku berhenti hidup, itu dari dalam uny, keluar begitu saja setiap aku ketemu cewek cantik” ada-ada saja, tapi justru disitulah enaknya berteman sama dia. Membuat Dunia penuh dengan tawa. 

Kemudian Khairul Aqram Rahim, pertama kenal dia dari sepupuku, dia ini mantannya sepupuku, dulu aku satu kost ama sepupuku jadi Aqram sering banget main ke kostku jadi akhirnya akrab ama dia, dan mungkin juga karena sama-sama orang Bone membuat kita nyambung kalo cerita, dia angkatan 08 tapi karena malas dia juga terlambat wisuda, dan karena aku dan dia sama-sama terlambat wisuda dan sama-sama menyusun skripsi akhirnya membuat kami makin sering ketemu di kampus, dia sering banget minta bantuan untuk proposal, skripsinya, dan aku juga senang bisa membantunya. dia tuh…. Apa yah? Susah mendeskriftipkan orangnya, kalau soal baik, dia baik. Selalu ngasih masukan yang positif ama aku dan dia tuh playboy, suara bagus dan pintar main gitar.
  



   Selanjutnya Ishak Dzulmalik, awal pertemananku sama ishak tuh yang paling lucu, dan yang tidak bisa aku lupakan, bahkan sampe sekarang kalau ketemu ishak yang di bahas tuh Cuma itu, dan entah udah berapa kali. Berawal dari facebook, dia dulu sering banget komen-komen statusku, karena aku liat di infonya dia anak UMI juga, akhirnya aku tanggepin tapi aku tidak tahu orangnya yang mana karena foto profinya nda jelas, di kampus juga aku tidak pernah ketemu ama dia. Sampe akhir di mana aku mengambil mata kuliah seminar akuntansi, dua kali pertemuan akhirnya dosen mata kuliah memutuskan untuk menggabungkan kelas cowok sama kelas cewek, dan kami di suruh cari teman kelompok sendir-sendiri, satu kelompok harus terdiri dari satu cowok dan satu cewek, huf… stres, aku nih mahasiswi transfer skarang di suru cari teman kelompok sendiri cowok pula, mana ada yang aku kenal? Satu minggu berlalu dan aku belum dapat kelompok, dosen mata kuliah minta daftar nama-nama kelompok, kabar baiknya ternyata bukan Cuma aku yang belum dapat kelompok tapi tetap aja aku masih bingung mau satu kelompok sama siapa, cowok-cowok di kelas tidak satupun yang aku kenal, akhirnya aku dapat kelompok terakhir, di pasangkan dengan ishak. Sebelumnya kami di suru buat tugas makalah, sialnya ternyata dia nda kerja, akhirnya aku yang mengumpulkan tugas dan dia dengan enaknya Cuma tinggal nulis namanya doank di makalah, nda tau berterima kasih pula. “kayaknya aku salah kelompok nih, kok aku 1 kelompok ama cowok malas dan nda tau berterima kasih sih” pikirku waktu itu. Dengan sisa-sisa kejengkelan aku memutuskan untuk online, dua jam menerima materi ditambah setiap kelompok di wajibkan bertanya membuat kepalaku sakit, saat online aku mau update status “satu kelompok sama cowok yang nda tau berterima kasih” tapi sebelum aku update tiba-tiba ada chat dari ishak, dia nyanya “kita tadi satu kelompokku toh?” ha? Aku langsung kanget setelah memastikan ternyata benar dia, statusku ku nda jadi ku update takut kalo dia tersinggung. Hehehe…. Sejak saat itu, kalo ketemu dia aku pasti bilang “astaga sekelas ki pale seandainya aku tau nda pusing ka cari teman kelompok”. Aku dulu dekat banget ama dia di dunia maya tapi nda saling kenal di dunia nyata, dan anehnya kita satu kampus, satu jurusan dan satu kelas lagi. Hehehehehe…. Dia tuh orangnya agak pendiam dan pemalu jadi kalo lagi cerita-cerita ama dia jadi nda balance gitu, karena kebanyakan aku yang ngomong. Sempat merasa bersalah susah berfikiran jelek tentang dia padahal dia orangnya baik banget. Dan sempat nyesel karena dulu aku sempat nda mau ngasih dia nyontek tugas karena aku mengira dia udah bohong ama aku tapi kenyataannya bukan ishak yang bohong tapi orang itu, nyesel banget, aku selalu mau minta maaf langsung ama dia tapi setiap ketemu selalu aja lupa, dan emang dasarnya dia baikk, sudah aku gituin juga dia masih tetap baik ama aku.


Terakhir Muhammad Imran Rosady, kenal dia dari facebook juga, tapi akrabnya karena dia pernah naksir kiky, dan karena aku satu rumah sama kiky jadilah dia banyak-banyak tanya tentang kiky sama aku, lewat sms, maupun chating, tapi kasihan kiky nda membalas cintanya, kasian juga tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa, cinta kan emang gak bisa di paksa, awalnya aku juga bingung, dua-duanya temanku entah mau bela perasaannya siapa, tapi akhirnya imran menyikapinya dengan dewasa, “mundur secara perlahan” itu istilahnya kalo aku ganggu ato nanya gimana perasaannya skarang ama kiky. Salut sama sikapnya karena jujur aku sendiri tidak bisa bersikap begitu sama orang yang aku cintai, entahlah bagaimana caranya dia bisa dengan mudah melupakan kiky. Imran itu orangnya sok unyu-unyu. Hehehe…..

Aku tidak tau selama kenal dan dekat dengan mereka apa aku juga berkesan? Aku tidak tau apa nanti mereka juga akan ingat ama aku? Entahlah..... yang jelas aku akan selalu mengingat mereka, bagaimana mungkin aku bisa melupakan orang-orang yang telah baik kepada aku? Maaf saudara-saudaraku jika selama mengenalku aku telah melukai perasaan kalian mulai dari perkataan sampai tindakan yang dengan sengaja maupun bercanda, aku hanya ingin kalian tau, tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan, semua akan tersimpan rapi di hati.

3 komentar:

  1. Balasan
    1. Mending sy jg tdk ada klo begitu ji penilaian nya.. Shock ka bacaki..hehehe baru nemu blog nya..

      Hapus