Hujan setahun yang lalu,
saat ku harus menunggumu
lebih lama lagi karena kamu harus berteduh menunggu hujan reda
saat kita harus menerobos
hujan dengan “si jago merah” kebanggaanmu karena sudah larut malam
saat ku buatkan good day tuk
hangatkan badanmu karena dinginnya abis kehujanan
saat kamu memegang kepalaku
sambil tersenyum sebagai tanda terima kasih
setahun yang lalu, setelah
hujan itu aku pikir aku tak akan bertemu kamu lagi. Aku salah, nyatanya hujan
tahun ini mempertemukan kita lagi.
Kehadiranmu dalam hidupku
itu seperti hujan yang datang tiba-tiba, tanpa rencana. Tiba-tiba membuatku
basah, dan aku tidak bisa menolak karena memang salahku yang tidak membawa
payung.
Walau begitu aku tak pernah
membencimu seperti aku yang tak pernah membenci hujan yang telah membuatku
basah.
Kisah tak selalu harus
sempurna kadang bahkan terlalu cepat berlalu tapi sudah tidak adakah akhir yang
lebih baik dari ini?
Kisah kita sepertinya hanya
terjadi saat musim hujan dan berakhir saat musim kemarau. Kita di pisahkan satu
musim yang begitu panjang. Akankah kita bertemu di musim hujan berikutnya?
Ini kisah tentang aku dan kamu yang akan selalu ku ingat
saat hujan turun.

yaya.....
BalasHapus