Sabtu, 22 Desember 2012

AKU, KAMU DAN HUJAN



Hujan setahun yang lalu,
saat ku harus menunggumu lebih lama lagi karena kamu harus berteduh menunggu hujan reda

saat kita harus menerobos hujan dengan “si jago merah” kebanggaanmu karena sudah larut malam

saat ku buatkan good day tuk hangatkan badanmu karena dinginnya abis kehujanan

saat kamu memegang kepalaku sambil tersenyum sebagai tanda terima kasih

setahun yang lalu, setelah hujan itu aku pikir aku tak akan bertemu kamu lagi. Aku salah, nyatanya hujan tahun ini mempertemukan kita lagi.

Kehadiranmu dalam hidupku itu seperti hujan yang datang tiba-tiba, tanpa rencana. Tiba-tiba membuatku basah, dan aku tidak bisa menolak karena memang salahku yang tidak membawa payung.
Walau begitu aku tak pernah membencimu seperti aku yang tak pernah membenci hujan yang telah membuatku basah.

Kisah tak selalu harus sempurna kadang bahkan terlalu cepat berlalu tapi sudah tidak adakah akhir yang lebih baik dari ini?

Kisah kita sepertinya hanya terjadi saat musim hujan dan berakhir saat musim kemarau. Kita di pisahkan satu musim yang begitu panjang. Akankah kita bertemu di musim hujan berikutnya?

Ini kisah tentang aku dan kamu yang akan selalu ku ingat saat hujan turun.

1 komentar: